PENDAHULUAN
Dalam pengelolaan peserta didik salah satu hal yang ditangani
adalah pengaturan peserta didik yang mutasi dan drop out. Mutasi dan drop
out seringkali membawa masalah dalam
dunia pendidikan. Maka dari itu permasalahan tersebut harus ditangani dengan
baik, agar tidak membawa masalah
berlarut-larut yang dapat menganggu aktivitas sekolah secara
keseluruhan.
Drop
out adalah keluar sekolah sebelum waktunya atau belum lulus. Sedangkan
pengertian mutasi menurut Imron (2012: 152) adalah perpindahan peserta didik
dari kelas yang satu ke kelas lain yang sejajar, dan/atau perpindahan peserta
didik dari sekolah yang satu ke sekolah lain yang sejajar.
Meskipun drop out dan mutasi merupakan pilihan dan hak dari
peserta didik sendiri, namun hal itu tidak boleh serta merta dapat terpenuhi
begitu saja. Karena adanya drop out dan mutasi juga membawa dampak
negatif baik bagi peserta didik sendiri, orangtua maupun sekolahnya. Tujuan
adanya penelitian ini agar dapat mengetahui tentang penyebab, cara mencegah, proses
dan dampak adanya mutasi dan drop out.
METODE PENELITIAN
Penelitian
ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan tektik wawancara. Wawancara
ditujukkan kepada Ibu Yuli selaku guru
Bimbingan dan Konseling serta Bapak Ainu Fikri A selaku staff Tata Usaha. Lokasi penelitian yaitu berada di SMP
Islam Shalahuddin Kota Malang.
Data
yang didapat dari narasumber, selanjutnya dianalisis dan diinterpretasikan
sesuai dengan kebutuhan peneliti. Artinya mengambil hasil wawancara yang sesusau
dengan bahasan yang dipilih, yang tidak sesuai tidak di cantumkan. Hasil
penelitian menjadi acuan untuk mengetahui kondisi hal yang diteliti secara
komprehensif.
HASIL
PENELITIAN
Penyebab Mutasi dan Drop out
Penyebab peserta
didik mutasi di SMP Shalahuddin Malang bermacam-macam jenisnya. Alasannya yang
pertama biasanya adalah karena ada masalah dengan orang tua.Yang kedua,
biasanya karena ada pelanggaran oleh peserta didik seperti perkelahian atau
terlalu sering tidak hadir di sekolah tanpa keterangan. Selain itu juga
dikarenakan perasaan rendah diri karena tertinggal pelajaran dan tidak nyaman
dengan Bapak/Ibu guru. Faktor teman sebaya juga dapat mempengaruhi mutasi
peserta didik, seperti ada masalah pribadi atau peserta didik di bully oleh teman sebayanya. Selain tiga
faktor tersebut, mutasi juga dapat disebabkan karena peserta didik tersebut
jarang masuk dan tertinggal pelajaran di sekolahnya. Sehingga membuat peserta
didik merasa minder dengan teman-temannya karena ketertinggalannya di sekolah.
Selain hal-hal tersebut, masih banyak lagi penyebab peserta didik mutasi dari
suatu sekolah kesekolah lain.
Sedangkan penyebab drop out peserta
didik di SMP Shalahuddin Malang yang paling sering adalah
karena factor
ekonomi. Akan tetapi, di SMP Shalahuddin ini tidak
pernah men-drop out peserta didik
dalam arti
peserta didik yang bersangkutan apabila sudah tidak bisa dididik lagi,
maka pihak sekolah akan menyarankan untuk mutasi ke sekolah lain. Untuk peserta
didik yang ingin drop out karena memang sudah tidak mau
sekolah lagi SMP Shalahuddin tetap berusaha agar peserta didik yang bersangkutan tetap
melanjutkan sekolah. SMP Shalahuddin berusaha semaksimal mungkin untuk
mencegah terjadinya drop out.
Cara Mencegah Mutasi dan Drop Out
SMP Shalahuddin mencegah peserta didik yang akan melakukan mutasi
dengan cara
mengulur-ulur waktu. Maksud dari mengulur-ulur waktu
itu agar peserta didik tersebut mengurungkan niatnya untuk
mutasi. Dengan cara diajak konsultasi, dan akhirnya
tidak jadi pindah. Jika peserta didik harus melakukan mutasi, maka harus dimutasi,
karena jika tidak dipindahkan dikhawatirkan akan mengganggu pesreta didik yang
lain. Untuk penyebab yang bersumber dari teman sebaya dikarenakan peserta didik
tersebut menjadi korban bullying, maka sekolah mencegahnya dengan cara
sosialisasi dampak negatif bullying dan mengadakan konseling kelompok secara
bertahap.
Jika ada seorang
peserta didik yang berpotensi untuk drop out, maka sekolah akan berusaha mengajak
konsultasi peserta didik tersebut agar tidak mengulangi kesalahan-kesalahannya.
Jadi, sekolah tidak men-drop out,
melainkan memindahkan peserta didik kesekolah lain. Pihak sekolah dalam
mengenali peserta didik yang berpotensi untuk drop out dilihat dari preseni, perilaku di dalam dan di luar kelas,
serta informasi dari guru bidang studi dan wali kelas. Untuk peserta didik yang
berpotensi drop out karena masalah
ekonomi, SMP Shalahuddin Malang mengatasi hal tersebut dengan program teman
asuh, bejerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Keluarga Harapan Bangsa dan
melakukan home visit ke rumah peserta
didik yang bermasalah serta membebaskan uang spp bagi peserta didik yang tidak
mampu .
Prosedur Mutasi Peserta Didik
Prosedur mutasi keluar
di SMP Shalahuddin yang pertama adalah orang tua membuat surat pernyataan untuk
mengajukan mutasi bagi anaknya. Kedua, orang tua beserta peserta didik mencari
sekolah yang akan dituju, lalu meminta surat keterangan bahwa sekolah yang
dituju menerima peserta didik yang bersangkutan, dan surat tersebutditandatangani
oleh kepala dinas kota malang dan diserahkan pada sekolah asal. Kemudian sekolah
asal akan memberikan surat keterangan pindah. Ketika surat tersebut keluar,
peserta didik sudah resmi keluar dari sekolah asal. Tidak semua peserta didik
yang mutasi ke SMP Shalahuddin Malang diterima, pihak sekolah juga menyeleksi
peserta didik yang mutasi ke SMP Shalahuddin melalui wawancara dan
mempertimbangkan bagi peserta didik yang berasal dari sekolah yang berakreditasi
A serta yang suedah menggunakan kurikulum 2013.
Selain prosedur mutasi
peserta didik keluar, prosedur mutasi peserta didik masuk merupakan kebalikan dari
prosedur peserta didik keluar. Pertama, peserta didik yang ingin masuk ke SMP
Shalahuddin mendaftar dulu, lalu meminta surat keterangan bahwa SMP Shalahuddin
menerimanya. Jika dari luar kota, surat keterangan itu harus ditandatangani oleh
kepala dinas setempat. Lalu surat itu dibawa kesekolah asalnya. Baru sekolah asal
memberikan surat pindah. Dan peserta didik membawa surat tersebut ke SMP
Shalahuddin.
KESIMPULAN
1.
Penyebab mutasi di SMP
Shalahuddin Malang bermacam-macam jenisnya. Seperti ada masalah dengan orang
tua, ada pelanggaran oleh peserta didik seperti perkelahian atau terlalu sering
tidak hadir di sekolah tanpa keterangan. Selain itu juga dikarenakan perasaan
rendah diri.
2.
Salah satu cara SMP Shalahuddin
untuk menekan angka drop out dengan berusaha mengajak konsultasi peserta
didik tersebut agar tidak mengulangi kesalahan - kesalahannya. Sehingga sekolah tidak men-drop out
melainkan memutasi peserta didik.
3.
Prosedur mutasi
SMP
Shalahuddin sama dengan sistem mutasi pada umumnya sekolah-sekolah lain.
SARAN
1.
Pendekatan-pendekatan
yang dilakukan oleh sekolah lebih ditingkatkan, guna menekan angka mutasi dan drop
out meskipun hal tersebut merupakan pilihan dan hak peserta didik sendiri.
2.
Sekolah
sebaiknya tidak hanya memberikan pendektan kepada peserta didik saja, namun
juga mengamati keadaan lingkungan keluarga dan masyarakatnya agar lebih mengetahui
penyebab adanya mutasi dan drop out peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
Imron,
Ali. 2012. Manajemen Peserta Didik
Berbasis Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.