Minggu, 03 April 2016



PENGATURAN DROP OUT DAN MUTASI PESERTA DIDIK SMP ISLAM SHALAHUDDIN KOTA MALANG

Inkubator Ilmiah-UKMP
Universitas Negeri Malang

Abstrak
Dalam pengelolaan peserta didik salah satu hal yang ditangani adalah pengaturan peserta didik yang mutasi dan drop out. Mutasi dan drop out  seringkali membawa masalah dalam dunia pendidikan. Masalah  tersebut juga sedang dihadapi oleh SMP Shalahudin Malang. Di Sekolah ini cukup banyak peserta didik yang keluar masuk sekolah, dalam artian drop out dan mutasi. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang penyebab, cara mencegah, proses dan dampak adanya mutasi dan drop out. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan tektik wawancara. Wawancara ditujukkan kepada Ibu Yuli selaku guru Bimbingan dan Konseling serta Bapak Ainu Fikri A selaku staff Tata Usaha. Lokasi penelitian yaitu berada di SMP Islam Shalahuddin Kota Malang. Data yang didapat dari narasumber, selanjutnya dianalisis dan diinterpretasikan sesuai dengan kebutuhan peneliti. Penyebab peserta didik mutasi di SMP Shalahuddin adalah ada masalah dengan orang tua, pelanggaran oleh peserta didik dan juga dikarenakan perasaan rendah diri. Untuk menekan angka drop out dan mutasi sekolah sudh melakukan berbagai pendekatan kepada peserta didik agar mereka mengurungkan niatnya untuk melakukan drop out, karena diingat dampak negatifnya sangat besar, bukan hanya bagi peserta didik namun juga bagi orangtua, sekolah, bahkan pemerintah.


PENDAHULUAN
Dalam pengelolaan peserta didik salah satu hal yang ditangani adalah pengaturan peserta didik yang mutasi dan drop out. Mutasi dan drop out  seringkali membawa masalah dalam dunia pendidikan. Maka dari itu permasalahan tersebut harus ditangani dengan baik, agar tidak membawa masalah  berlarut-larut yang dapat menganggu aktivitas sekolah secara keseluruhan.

Drop out adalah keluar sekolah sebelum waktunya atau belum lulus. Sedangkan pengertian mutasi menurut Imron (2012: 152) adalah perpindahan peserta didik dari kelas yang satu ke kelas lain yang sejajar, dan/atau perpindahan peserta didik dari sekolah yang satu ke sekolah lain yang sejajar.

Meskipun drop out dan mutasi merupakan pilihan dan hak dari peserta didik sendiri, namun hal itu tidak boleh serta merta dapat terpenuhi begitu saja. Karena adanya drop out dan mutasi juga membawa dampak negatif baik bagi peserta didik sendiri, orangtua maupun sekolahnya. Tujuan adanya penelitian ini agar dapat mengetahui tentang penyebab, cara mencegah, proses dan dampak adanya mutasi dan drop out.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan tektik wawancara. Wawancara ditujukkan kepada Ibu Yuli selaku guru Bimbingan dan Konseling serta Bapak Ainu Fikri A selaku staff Tata Usaha. Lokasi penelitian yaitu berada di SMP Islam Shalahuddin Kota Malang.
Data yang didapat dari narasumber, selanjutnya dianalisis dan diinterpretasikan sesuai dengan kebutuhan peneliti. Artinya mengambil hasil wawancara yang sesusau dengan bahasan yang dipilih, yang tidak sesuai tidak di cantumkan. Hasil penelitian menjadi acuan untuk mengetahui kondisi hal yang diteliti secara komprehensif.
HASIL PENELITIAN
Penyebab Mutasi dan Drop out

Penyebab peserta didik mutasi di SMP Shalahuddin Malang bermacam-macam jenisnya. Alasannya yang pertama biasanya adalah karena ada masalah dengan orang tua.Yang kedua, biasanya karena ada pelanggaran oleh peserta didik seperti perkelahian atau terlalu sering tidak hadir di sekolah tanpa keterangan. Selain itu juga dikarenakan perasaan rendah diri karena tertinggal pelajaran dan tidak nyaman dengan Bapak/Ibu guru. Faktor teman sebaya juga dapat mempengaruhi mutasi peserta didik, seperti ada masalah pribadi atau peserta didik di bully oleh teman sebayanya. Selain tiga faktor tersebut, mutasi juga dapat disebabkan karena peserta didik tersebut jarang masuk dan tertinggal pelajaran di sekolahnya. Sehingga membuat peserta didik merasa minder dengan teman-temannya karena ketertinggalannya di sekolah. Selain hal-hal tersebut, masih banyak lagi penyebab peserta didik mutasi dari suatu sekolah kesekolah lain.

Sedangkan penyebab drop out peserta didik di SMP Shalahuddin Malang yang paling sering adalah karena factor ekonomi. Akan tetapi, di SMP Shalahuddin ini tidak pernah men-drop out peserta didik dalam arti peserta didik yang bersangkutan apabila sudah tidak bisa dididik lagi, maka pihak sekolah akan menyarankan untuk mutasi ke sekolah lain. Untuk peserta didik yang ingin drop out karena memang sudah tidak mau sekolah lagi SMP Shalahuddin tetap berusaha agar peserta didik yang bersangkutan tetap melanjutkan sekolah. SMP Shalahuddin berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah terjadinya drop out.

Cara Mencegah Mutasi dan Drop Out

SMP Shalahuddin mencegah peserta didik yang akan melakukan mutasi dengan cara mengulur-ulur waktu. Maksud dari mengulur-ulur waktu itu agar peserta didik tersebut mengurungkan niatnya untuk mutasi. Dengan cara diajak konsultasi, dan akhirnya tidak jadi pindah. Jika peserta didik harus melakukan mutasi, maka harus dimutasi, karena jika tidak dipindahkan dikhawatirkan akan mengganggu pesreta didik yang lain. Untuk penyebab yang bersumber dari teman sebaya dikarenakan peserta didik tersebut menjadi korban bullying, maka sekolah mencegahnya dengan cara sosialisasi dampak negatif bullying dan mengadakan konseling kelompok secara bertahap.

Jika ada seorang peserta didik yang berpotensi untuk drop out, maka sekolah akan berusaha mengajak konsultasi peserta didik tersebut agar tidak mengulangi kesalahan-kesalahannya. Jadi, sekolah tidak men-drop out, melainkan memindahkan peserta didik kesekolah lain. Pihak sekolah dalam mengenali peserta didik yang berpotensi untuk drop out dilihat dari preseni, perilaku di dalam dan di luar kelas, serta informasi dari guru bidang studi dan wali kelas. Untuk peserta didik yang berpotensi drop out karena masalah ekonomi, SMP Shalahuddin Malang mengatasi hal tersebut dengan program teman asuh, bejerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Keluarga Harapan Bangsa dan melakukan home visit ke rumah peserta didik yang bermasalah serta membebaskan uang spp bagi peserta didik yang tidak mampu .

Prosedur Mutasi Peserta Didik

Prosedur mutasi keluar di SMP Shalahuddin yang pertama adalah orang tua membuat surat pernyataan untuk mengajukan mutasi bagi anaknya. Kedua, orang tua beserta peserta didik mencari sekolah yang akan dituju, lalu meminta surat keterangan bahwa sekolah yang dituju menerima peserta didik yang bersangkutan, dan surat tersebutditandatangani oleh kepala dinas kota malang dan diserahkan pada sekolah asal. Kemudian sekolah asal akan memberikan surat keterangan pindah. Ketika surat tersebut keluar, peserta didik sudah resmi keluar dari sekolah asal. Tidak semua peserta didik yang mutasi ke SMP Shalahuddin Malang diterima, pihak sekolah juga menyeleksi peserta didik yang mutasi ke SMP Shalahuddin melalui wawancara dan mempertimbangkan bagi peserta didik yang berasal dari sekolah yang berakreditasi A serta yang suedah menggunakan kurikulum 2013.

Selain prosedur mutasi peserta didik keluar, prosedur mutasi peserta didik masuk merupakan kebalikan dari prosedur peserta didik keluar. Pertama, peserta didik yang ingin masuk ke SMP Shalahuddin mendaftar dulu, lalu meminta surat keterangan bahwa SMP Shalahuddin menerimanya. Jika dari luar kota, surat keterangan itu harus ditandatangani oleh kepala dinas setempat. Lalu surat itu dibawa kesekolah asalnya. Baru sekolah asal memberikan surat pindah. Dan peserta didik membawa surat tersebut ke SMP Shalahuddin.

KESIMPULAN

1.     Penyebab mutasi di SMP Shalahuddin Malang bermacam-macam jenisnya. Seperti ada masalah dengan orang tua, ada pelanggaran oleh peserta didik seperti perkelahian atau terlalu sering tidak hadir di sekolah tanpa keterangan. Selain itu juga dikarenakan perasaan rendah diri.
2.     Salah satu cara SMP Shalahuddin untuk menekan angka drop out dengan berusaha mengajak konsultasi peserta didik tersebut agar tidak mengulangi kesalahan - kesalahannya.         Sehingga sekolah tidak men-drop out melainkan memutasi peserta didik.
3.     Prosedur mutasi SMP Shalahuddin sama dengan sistem mutasi pada umumnya sekolah-sekolah lain.

SARAN

1.     Pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh sekolah lebih ditingkatkan, guna menekan angka mutasi dan drop out meskipun hal tersebut merupakan pilihan dan hak peserta didik sendiri.
2.     Sekolah sebaiknya tidak hanya memberikan pendektan kepada peserta didik saja, namun juga mengamati keadaan lingkungan keluarga dan masyarakatnya agar lebih mengetahui penyebab adanya mutasi dan drop out peserta didik.

DAFTAR PUSTAKA

Imron, Ali. 2012. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar