3 JURUS
JITU MENGHADAPI HUT
INDONESIA KE 10
Setiap kali memperingati hari bersejarah Indonesia. Tentunya kita juga
harus dapat mengintropeksi diri hal-hal yang telah lalu dan sekaligus juga
memperbaiki untuk masa depan. Peringatan hari bersejarah tidak pernah lepas
dari tanggal 28 oktober, yang biasa kita peringati sebagai hari sumpah pemuda.
Kata “pemuda” dalam isi dari sumpah pemuda berulang kali diucapkan, seolah
menekankan bahwa pemudalah yang harus bergerak, bernasionalisme, dan mengisi
kekosongan kemeerdekaan Indonesia. Kata “pemuda” saat ini sering kita dengar
pada “generasi emas 2045”. Hal ini menonjolkan peran pemuda untuk membangun
Indonesia.
Untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia
tidaklah mudah. Apabila kita salah mendidik maka Indonesia tidak akan bertambah
baik, namun malah bertambah buruk. Untuk mengahadapinya dapat melihat kembali
sumpah pemuda yang berbunyi :
(1)
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air
Indonesia. Kita sebagai generasi penerus Indonesia harus melihat kembali ke
masa lalu, para pahlawan mempertaruhkan nyawa (darah) hanya untuk kemerdekaan
Indonesia. Dengan melihat perjuangan Indonesia kita sebagai generasi penerus
pastinya akan lebih menghargai perjuangan mereka (para pahlawan).
(2)
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Hal ini menunjukkan agar kita sebagai wagra negara Indonesia, walaupun terbagi
menjadi bermacam-macam bangsa, kiata
harus tetap bersatu dan tidak mudah diadu domba oleh bangsa lain.
(3) Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung
bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Bunyi ikrar sumpah pemuda yang ketiga ini
memiliki makna, kita sebagai pemersatu Indonesia, sebagai petokan bahwa kita
memiliki bahasa yang satu yakni bahasa Indonesia. Alangkah lebih baiknya
apabila menggunakan bahasa Indonesia untuk mendidik anak-anak. Mulai dari hal
yang terkecil misalnya menggunakan bahasa Indonesia untuk dubbing kartun anak.
Walaupun terlihat sepele namun juga mempengaruhi gaya bahasa anak-anak.
Misalnya kartun yang kita import dari bangsa Melayu, lebih baik menggunakan
bahasa Indonesia. Karena dengan pengucapan bahasa Melayu, akan mempengaruhi
gaya bahasa anak-anak.
Ketiga
hal ini sudah lebih dari cukup mengantarkan Indonesia untuk menyambut
kemerdekaannya yang ke 100 tahun. Tidak perlu banyak usulan untuk mewujudkan
Indonesia lebih baik, cukup melihat dari hal-hal yang sederhana namun dapat
dilaksanakan dengan baik oleh pemuda Indonesia.
Karya: Farida Nuraini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar