Minggu, 10 April 2016



Makan Sambil Tidur
Biasanya dari kita tidak enak rasanya apabila bersantai atau nonton tv tanpa ditemani oleh temilan kesayangan. Memang tidak ada salahnya ngemil agar tidak bosan atau mengantuk. Tetapi ada beberapa orang yang lelah duduk lalu dilanjutkan dengan tiduran. Tiduran dengan ngemil pastinya. Makan sambil tidur sering disebut “pamali” oleh orangtua jaman dulu. Karena dirasa kurang sopan apabila makan sambil tiduran. Untuk menakut-nakuti anak-anak mereka para orangtua biasanya berkata “Jangan makan sambil tidur, pamali. Nanti makanannya masuk ke kepala” atau “ Jangan makan sambil tidur nanti jadi ular.” Pastinya sudah tidak asing dengan petuah-petuah yang seperti itu di telinga kita.
Meski petuah yang dilontarkan para orangtua itu tidak terjadi pada kita saat kita makan sambil tidur. Namun pada kenyataannya makan sambil tidur memang tidak baik untuk kesehatan. Dalam Majalah Kesehatan Muslim disebutkan bahwa akibat dari makan sambil tidur adalah makan dengan tidur meningkatkan resiko terjadinya kembali makanan dari lambung ke kerongkongan (refluks esofagus). Kondisi di lambung sangatlah masam. Keadaan sangat asam ini bisa merusak daerah yang tidak tahan asam seperti kerongkongan, sehingga menyebabkan luka (erosi). Tanda naiknya asam lambung ke kerongkongan adalah terasa ada sesuatu yang panas di ulu hati (heartburn). Kejadian ini fatal jika terjadi secara berkelanjutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar